Bantuan yang anda berikan insya Allah dipakai yang bermanfaat dunia akhirat. No. Rekening BSM 048 006 3531 a.n Abdul Rahman jl. Dahlia Babakbawo Dukun Gresik Indonesia
20 Maret 2023
Ustadz Khoirur Roziqin, guru PAI SMP YPI Darussalam 1 Cerme
Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.. Telah meninggal dunia saudara kami, Bapak Khoirur Roziqin, guru PAI SMP YPI Darussalam 1 Cerme.
17 Maret 2023
Bapak Ilmal Yaqin guru SMP ASSA'ADAH
Innalillahi wainna ilaihi roji’un
Telah menggal dunia , saudara kita , bpk Ilmal Yaqin, malam ini jam 22.30 wib, Jum'at 17 Maret 2023 . Semoga diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosa”nya .
Dan diberi ketabahan serta keikhlasan bagi kluarga yg ditinggalkannya.
Semoga husnul khotimah
27 Februari 2023
5 Februari 2023
K.H. M. Iklil bin K.H. Sholeh Tsalis bin Ny. Aminah binti K.H. Sholeh Tsani bin Ny. Rosiyah binti K.H. Harun bin K. Qomaruddin
انا لله وانا اليه راجعون
انتقل الى رحمة الله
Sampun kapundhut K.H. M. Iklil bin K.H. Sholeh Tsalis bin Ny. Aminah binti K.H. Sholeh Tsani bin Ny. Rosiyah binti K.H. Harun bin K. Qomaruddin
Pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah
Wafat dinten Ahad, 5 Februari 2023/15 Rajab 1444 sekitar pukul 21.45 di RS dr. Soetomo Surabaya
Shalat jenazah akan dilakukan pada Senin, 6 Februari 2023 pukul 13.00 (bakda zuhur) di Langgar Agung Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik
24 Januari 2023
Contoh Teladan: Akhlaq Mulia seorang Guru Imam Ahmad bin Hambal
▫▫بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
🕌 *KEAGUNGAN ADAB DAN AHLAK IMAM AHMAD BIN HAMBAL DI SAAT BELIAU MENASEHATI KESALAHAN MURIDNYA*
👉 Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadist murid dari Imam Ahmad bin Hambal yang juga pedagang kain di kota Baghdad bercerita :
👉 Suatu hari, saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk. “Siapa?” tanyaku.
👉 “Ahmad,” jawab orang di luar pelan.
👉 “Ahmad yang mana?” tanyaku makin penasaran.
👉 “Ahmad Ibnu Hambal” jawabnya pelan
👉 Subhanallah, itu guruku! Kubukakan pintu, dan beliau pun masuk dengan langkah berjingkat, kusilahkan duduk, maka beliau menempah hati-hati agar kursi tak berderit.
👉 Kutanya, “Ada urusan sangat pentingkah sehingga engkau duhai guru, berkenan mengunjungiku di malam selarut ini ?”
👉 Beliau tersenyum.“Maafkan aku, duhai Harun,” ujar beliau lembut dan pelan,“Aku terkenang bahwa kau biasa masih terjaga meneliti hadits di waktu semacam ini. Kuberanikan untuk datang karena ada yang mengganjal di hatiku sejak siang tadi.”
👉 “Apakah hal itu tentang diriku?” aku terperangah. “Jangan ragu,” ujarku. “Sampaikanlah wahai guru, aku mendengarkanmu.”
👉 “Maafkan aku wahai Harun,” ujar beliau. : *“Tadi siang aku lewat didepan majelismu, kulihat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Kau bacakan hadits untuk mereka dan mereka mencatat hadist-hadist yang engkau bacakan. Kala itu mereka tersengat terik mentari, sedangkan dirimu teduh ternaungi bayangan pepohonan. Lain kali jangan begitu duhai Harun, duduklah dalam keadaan yang sama, sebagaimana muridmu duduk.”*
👉 Aku tercekat, tak sanggup menjawab. Lalu beliau berbisik lagi, pamit undur diri. Kemudian melangkah berjingkat, menutup pintu hati-hati. Masya Allah, inilah guruku yang mulia, Ahmad ibn Hanbal.
👉 Akhlak indahnya sangat terjaga dalam memberi nasihat dan meluruskan khilafku. Beliau bisa saja menegurku di depan para muridku karena Beliau guruku yang berhak untuk itu. Tetapi tak dilakukannya demi menjaga wibawaku.
👉 Beliau bisa saja datang sore, ba’da Maghrib atau Isya’ yang mudah baginya. Itu pun tak dilakukannya, demi menjaga rahasia nasihatnya.
👉 Beliau sangat hafal kebiasaanku terjaga di larut malam. Beliau datang mengendap dan berjingkat; bicaranya lembut dan nyaris berbisik.
👉 Semua beliau lakukan agar keluargaku tak tahu, agar aku yang adalah seorang ayah dan suami ini wibawanya tidak jatuh dan tetap terjaga sebagai imam dan teladan di hati keluargaku.
👉 Maka termuliakanlah guruku Imam Ahmad bin Hambal sang pemberi nasihat, yang adab tingginya dalam menasehati menjadikan hatiku menerima dengan ridha dan cinta.
📚 *Al Jami' Li Ahlaq Ar Raqi ( 1/ 411)*
══════❀🌼❀══════
30 Desember 2022
KH. SA'DAN MAFTUH MA'SUM
KH. SA'DAN MAFTUH MA'SUM wafat pada tanggal 29 Desember 2022, 5 Jumadil Akhir 1444 H. disholatkan di Masjid Dukun ba'da isya' Malam Jum'at. Dihadiri oleh KH. Marzuki Mustamar.
رحمه الله رحمة واسعة
Salah jalan bagi Muslim Muslimah
PENDETA BERTERIMA KASIH PADA UMMAT ISLAM MENGHADAPI THN BARU MASEHI
Pak Kyai:
Maaf Pak Pendeta, sebentar lagi 1 Januari Tahun Baru Masehi akan segera tiba, apa yang dilakukan oleh umat Kristen pada malam tahun baru 1 Januari tersebut?
Pendeta:
Kami di malam tahun baru tersebut tidak ada kegiatan yang istimewa, ya seperti biasa malamnya jam 19.00 sampai jam 20.00 mengadakan kebaktian di Gereja masing-masing lalu pulang, Dan paginya jam 07.00 sampai jam 09.00 ke Gereja kembali. Itu saja kegiatan kami.
Pak Kyai:
Oh jadi itu saja ya gak ada aktifitas yang istimewa.
Pendeta:
Iya itu saja.
Pak Kyai:
Apakah dari umat Kristiani tidak ada yang turun ke jalan untuk memeriahkan tahun baru anda?
Pendeta:
Tidak ada.
Pak Kyai:
Kenapa mereka tidak turun ke jalan memeriahkan tahun barunya?
Pendeta:
Lah buat apa kami turun kejalan, tanpa kami turun ke jalan juga umat Islam sudah memeriahkan tahun baru kami ko.
Pak Kyai:
Maksudnya bagaimana?
Pendeta:
Iya kami tidak perlu turun ke jalan karena kami sangat menghaturkan terimakasih kepada umat Islam yang telah memeriahkan dan meramaikan Tahun Baru kami.
Coba Pak Kyai lihat saat tahun baru kami tiba, yang dagang petasan umat Islam, yang beli petasan umat Islam, yang bakar petasan umat Islam untuk merayakan Tahun Baru kami.
Yang dagang terompet umat Islam, yang beli terompet umat Islam dan yang meniup terompet umat Islam demi memeriahkan tahun baru kami.
Yang dagang kembang api umat Islam, yang beli kembang api umat Islam dan yang membakar kembang api umat Islam untuk memeriahkan tahun baru kami.
Umat Islam berbondong-bondong ke ancol, ke TMII, ke puncak dan tempat tempat hiburan, jalan-jalan tumpah ruah penuh dan macet dalam rangka memeriahkan tahun baru kami.
Jadi buat apa kami turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami, tanpa kami turun kejalan umat Islam sudah turun ke jalan memeriahkan tahun baru kami. Terimakasih Pak Kyai sampaikan kepada umat Islam yang telah turut serta memeriahkan tahun baru kami.
*GERAKAN SEPIKAN MALAM TAHUN BARU*
Kalau semua umat islam di seluruh dunia, atau di seluruh Indonesia , menahan diri utk tidak keluar pada malam 31 Desember Tidak menonton TV, Tidak bakar petasan atau kembang api, Tidak meniup terompet, tetapi lebih banyak berdzikir, tilawah dll... Insya Allah kita bisa buktikan kpd dunia bahwa malam tahun baru itu *'TAK ADA APA-APANYA'.*
Mari kita bikin *MALAM TAHUN BARU SEPI*. !!!!!!!!!!!!!!
Diambil dari wa grup
26 September 2022
Syekh Yusuf al-Qaradhawi
إنا لله و إنا إليه راجعون...
البقاء لله تعالى....
Telah berpulang ke Rahmatullah Syaikh Yusuf al-Qaradhawi...
رحمه الله رحمة واسعة واسكنه الفردوس الأعلى من الجنة مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا
17 September 2022
ibu Hj, Wafiroh bnt KH.Ma'shum
BERITA DUKA
-----------------------
أنا لله وأنا اليه راجعون
انتقال الى رحمة الله
--------------------------------
Sampun wangsul Dateng ngersane Alloh, ibu Hj, Wafiroh bnt KH.Ma'shum bin AMNAH bnt Saib bin Mansali bin K.Kudo lekaono bin K.Siman bin nyai Sarimah bnt K.Onggo Yudho bin K.Abdulloh bin pangeran Selarong bin SULTHAN pajang / istrine H.Hasan Mahmud bin Abd rahman bin Abd Hadi bin Yu Yafi'ah bnt Nafisah bnt KH. Sholih Tsani bin rosiyah bnt Harun bin KH. Qomaruddin /
KH. Harun + nyai MURTADLIYAH bnt nyai WALIDAIN ( Waliyuddin ) bnt K.Onggoyudho bin Abdulloh bin pangeran Selarong bin SULTHAN PAJANG.
10 September 2022
13 Juli 2022
4 Juli 2022
Semoga Mendapat Surga H. Shoim Pengawas PAI SMP
Innaalilllaahi wainnaa ilaihi rooji'uun. Turut berduka Cita
Telah berpulang ke Rohmatullah Bpk H. SHOIM. M.Pd.I (pengawas PAI ) malam ini pukul 19.40.
Semoga segala kesalahannya di ampuni dan amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT.
Keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran kekuatan dan ketabahan. Aamiin
1 Juli 2022
darah ayam
ودمه يخلط بعسل ويعرض على النار، ويطلى به الذكر يقوي الذكر والباه، وخصية الدي تعلق على الديك المهارش لا يغلبه ديك
Dara ayam jago jika dicampur madu dan dipanggang diatas api kemudian dioleskan pada dzakar, maka akan menguatkan dzakar ketika berjimak'.
*Hayatul hayawan jus 1/hal 484*
18 Juni 2022
BIOGRAFI KH. DJAMALUDDIN ACHMA
*BIOGRAFI KH. DJAMALUDDIN ACHMAD*
1. Kelahiran
Beliau bernama Moh. Djamaluddin bin Achmad bin Hasan Mustajab bin Hasan Musthofa bin Hasan Mu’ali. Lahir pada tanggal 31 Desember 1943 di kampung Kedungcangkring Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Ayah beliau bernama Achmad bin Hasan Mustajab dan ibunya bernama Hj Mahmudah / Djumini (nama sebelum haji) binti Abdurrahman bin Irsyad bin Rifa’i. Beliau adalah anak ketiga dari empat bersaudara, yaitu:
1. Imam Ghozali yang meninggal pada umur 6 tahun,
2. Jawahir
3. Moh. Djamaluddin
4. Zainal Abidin.
2. Masa Kecil
Di waktu kecil sebelum sekolah di SR (SD sekarang), Djamal kecil senang tidur di rumah kakeknya dari ibu yang bernama Abdurrahman dan neneknya yang bernama Ummi Kultsum binti K. Tamyiz Banten. Ini disebabkan karena kakek dan neneknya suka bercerita tentang Nabi-Nabi dengan dilagukan tembang-tembang jawa, sampai sekolah di SR masih suka tidur di rumah kakeknya dan bila siang hari suka mengikuti kakeknya.
Sekitar tahun 1952, Djamal kecil kalau malam hari mengaji di pondok Selorejo Peduluhan Combre Desa Gondang legi, yang diasuh oleh K. Abu amar. Dan suatu saat selama berbulan-bulan mengaji di tempat KH. Abdul Djalil gondang legi, suatu saat lagi selama berbulan-bulan mengaji di KH. Abdul Ghofur yakni adik dari neneknya sendiri. Semenjak dari usia itu diluar kegiatan belajar, di sore hari suka memancing dan kalo malam hari sehabis mengaji sering diajak teman-temannya yang sudah dewasa melihat wayang kulit, sehingga dari itu beliau punya hasrat untuk belajar di pesantren karena diilhami dari nonton wayang kulit yang kebetulan lakonnya adalah Raden Abimanyu yang berguru pada eyangnya Begawan Abiyoso, karena dirasa Raden abimanyu seperti santri dan Begawan Abiyoso seperti kyai yang memakai serban yang selalu membawa tongkat dan selalu diikuti oleh seorang cantrik.
Setelah tamat SR, beliau ingin belajar di pondok pesantren Tambakberas Jombang atas saran pamannya yang bernama Suhat, karena pamannya ini belajar di sana dan khidmah di rumah KH. Abdul Fattah. Diwaktu akan berangkat ke pondok, beliau berpamitan kepada K. Abu Amar,
Kemudian Kiai Abu amar berwasiat; “Djamal, kowe nek mondok niatmu opo ?"
Beliau menjawab “Dereng saget Mbah.” Kiai Abu Amar menjawab “Kowe nek mondok ojo pisan-pisan niat dadi wong pinter, nanging niato golek ilmu sing manfaat.”
Setelah berpamitan pada Kiai Abu amar, kemudian sowan kepada KH. Abdul Ghofur yang berwasiat “Djamal ngertenono ilmu seng manfaat iku contone koyok banyu, banyu kuwi ora demen manggon ing tanah kang duwur, neng demen manggon ing tanah kang endek lan tanah kang ledok, tegese ilmu seng manfaat kuwi mung seneng manggon ono ing ati kang andap asor lan toto kromo, mulane mbeso’ kapan wes nang pondok bisoho dadi kesete santri.” Ketika berpamitan kepada ibunya, ibunya merasa keberatan karena merasa tidak mampu memberikan biaya untuk belajar di pondok, akhirnya selama 5 hari, setiap pagi beliau menangis di telapak kaki ibunya untuk diberikan restu belajar di pondok pesantren. Akhirnya ibunya memberikan restu juga dengan janji memberikan bekal yang sangat minim. Pada waktu berangkat, seperti santri-santri yang lain, beliau juga membawa beras, kelapa dan sedikit uang, berangkat dari rumah diikuti oleh ayah dan ibunya menuju ke jalan raya untuk menunggu kendaraan, mulai dari rumah sampai ke jalan raya selalu disertai tangisan dari kedua orang tuanya lebih-lebih ibunya. Akhirnya sampailah beliau di pondok Tambakberas Jombang, adapun bekal yang sangat minim tadi, setelah cukup untuk membayar becak, persyaratan-persyaratan masuk pondok dan madrasah, uang itu habis tinggal beberapa rupiah saja, untung dari rumah membawa beras dan kelapa sehingga cukup untuk hidup beberapa bulan.
3. MASA PENDIDIKAN
Beliau berangkat ke pondok pesantren Tambakberas Jombang pada pertengahan 1956, masuk MI di kelas II dan dipertengahan tahun langsung masuk kelas III. Karena pondok mulai membangun Madrasah Mu’allimin, maka murid kelas I Mu’allimin diambil dari murid kelas VI MI, otomatis kelas V menjadi kelas VI, kelas IV menjadi kelas V dan kelas II menjadi kelas III. Selama di Tambakberas bekal beliau selalu kekurangan, pernah selama beberapa bulan terkadang sampai setahun hanya memasak nasi dan untuk lauknya hanya merebus air yang diberi garam, tumbar dan merica saja, terkadang dari ibunya disuruh membawa kedelai dan tepung untuk membuat rempeyek di pondok dan jika sudah habis maka keadaan akan kembali seperti semula, terkadang pula selama beberapa bulan hidup dengan cara lain yakni kalau pagi membeli sepotong singkong rebus dan kolak kacang hijau satu mangkok begitu pula di sore hari. Pada pagi hari yang kedua seperti itu juga dan pada sore hari yang kedua membeli nasi satu piring dan minum air kendi, Tapi ternyata itu semua belum cukup untuk memenuhi kebutuhan perutnya sehingga bila malam tiba setelah jam 12 malam, ia mencari sisa-sisa intip nasi yang masih tersisa di kendil masak.
Sekitar pertengahan tahun 1959 beliau tamat MI kemudian masuk Mu’allimin. Pada pertengahan 1964 beliau tamat Mu’allimin lebih cepat karena dari kelas III beliau langsung masuk kelas V. Diwaktu masih duduk di kelas III, beliau sudah diperintah KH. Fattah untuk mengajar di Madrasah Wajib Belajar (MWB) di lingkungan pondok Tambak beras juga, adapun murid-muridnya pada waktu itu adalah; Luthfi Arif, Ansori Shehah, Lahnan, Shohib dan lain-lain. Disamping mengajar di MWB beliau juga mengajar di pondok putri Al-Fathimiyyah dan pondok putra (pondok induk sekarang) yakni di komplek Pangeran Diponegoro.
Pada waktu kelas V beliau dipercaya oleh kepala sekolah Mu’allimin yang waktu itu dijabat oleh KH. Ahmad Al Fatih sebagai ketua OSIS, dan dipercaya oleh pengurus pondok pesantren sebagai ketua Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz, dan dipercaya oleh pelajar pesantren sedaerah kediri yang berdomisili di PP. Tebuireng, Sambong, Denanyar dan Tambakberas sebagai ketua Orda yang bernama IKPK (Ikatan Keluarga Pelajar Kediri).
Begitu tamat dari Mu’allimin, beliau diambil menantu oleh KH. Fattah mendapatkan putrinya yang bernama Churriyyah yang masih kelas I Mu’allimat.
Pada akhir tahun 1964 beliau mempunyai keinginan untuk pindah ke pondok Lasem, namun masih belum tahu kepada kyai siapa, karena banyaknya kyai disana. Kemudian beliau beristikhoroh, pada istikhoroh pertama beliau melihat sebuah jeding dan musholla, lalu beliau mengambil air wudlu dan sholat dluha di musholla tersebut. Sesampainya di Lasem ternyata beliau menemukan bahwa itu adalah pondok Al- Wahdah yang diasuh oleh KH Baidlowi bin Abdul Aziz, seorang kyai yang ‘arif billah yang pada waktu itu menjadi Ro’is Thoriqoh se-Indonesia. Pada istikhoroh kedua, beliau merasa naik kendaraan yang berjalan begitu jauh yang kemudian turun di pasar, lalu beliau berjalan kaki turun ke jurang terus naik ke gunung, turun ke jurang lagi lalu naik ke gunung lagi, ternyata di atas gunung itu ada sebuah Masjid, beliau masuk masjid itu terus langsung sampai ke jerambahnya, waktu memandang ke timur tampak sebuah pondok yang banyak kamarnya, begitu pula waktu memandang ke barat dan utara, dan ketika memandang ke selatan tampak pemandangan yang bebas. Ternyata itu adalah sebuah pondok yang diasuh oleh Kiai Asy’ari Poncol Salatiga, sifat-sifat pondok itu persis seperti dalam mimpi. Pondok yang ditempati para santri berada di timur, barat dan utara masjid, sedang di selatan masjid terdapat sebuah sawah yang luas sekali sejauh mata memandang. Di pondok ini belajar mengaji setiap bulan Jumadil akhir mulai dari tahun 1967, 1968 dan 1969. yang dikajikan adalah kitab-kitab Bukhari Muslim dan Dala’ilul Khoirot disamping juga ijazah-ijazah yang lain.
Dipondok Salatiga itu pondoknya yang tetap di Lasem itu mulai tahun 1965 sedangkan pondok poncol salatiga hanya pada bulan Jumadil akhir saja. Setelah ada kepastian akan mondok di poncol salatiga, beliau berpamitan kepada KH Fattah, namun oleh beliau di suruh menunggu sejenak kurang lebih setahun, karena Kiai Fattah beserta Ibu Nyai mau berangkat haji. Awal tahun 1965 beliau baru berangkat ke Lasem dengan diantar adiknya yang bernama Zainal Abidin. Perjalanan Jombang-Lasem memakan waktu 2 hari 2 malam karena sulitnya kendaraan disebabkan adanya peristiwa G 30 S PKI.
Setelah satu tahun di Lasem, beliau dipercaya oleh santri-santri dari Madura dan Jatim yang ada di pondok Al-Ikhlas (Syaikh Masduqi Lasem), Al-Hidayah (Syaikh Ma’shum), serta pondok Al-Wahdah (KH. Baidlowi) untuk mendirikan organisasi santri yang disebut PUTRA SUNAN AMPEL, yang kegiatannya meliputi:
1. Bahtsul Masa’il
2. Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz
3. Jam’iyyah Dziba’iyyah
4. Olahraga yang berupa; Badminton, Volly Ball, Pencak Silat juga atraksi kekebalan tubuh.
Pada tahun 1967 beliau dipercaya oleh santri-santri Al- Wahdah menjadi ketua pondok, disamping itu banyak juga yang meminta ngaji, tidak tanggung-tanggung yang meminta ngaji adalah para kyai, seperti: Kiai Sulaiman yang mondoknya di Al-Ikhlas, minta ngaji Al-‘Arudl, Gus Abdul Halim (putra Kiai Muslim Kempek Cirebon), Gus Masyhadi putra (Kiai Harun Cirebon), Gus Nur, Gus Muhlisun dari Watu congol Magelang yang minta ngaji ‘Uqudul Jinan, disamping juga dari para santri Al-Wahdah yang meminta ngaji Riyadlus Sholihin dan ‘Idatul farid, begitu pula santri-santri dari pondok-pondok lain.
Selama kurang lebih 3 tahun mondok di Lasem, beliau tidak pernah pulang ke rumah, suatu hari setelah ‘ashar beliau mendapat surat dari ibunya yang isinya “Djamal muliho aku wis kangen.” Beliau menangis karena waktu itu beliau sudah berencana dan menabung untuk mondok di Mranggen Demak yang diasuh oleh KH. Muslih bin Abdurrahman untuk khataman kitab Al-Mahalli.
Pada waktu itu semua pakaian, kitab-kitab dan koper telah disiapkan, karena besoknya akan berangkat ke Demak. Beliau hanya bisa menangis karena satu sisi dia ingin mengaji dan disisi lain harus patuh pada ibunya. Akhirnya beliau sowan pada Kiai Baidlowi tanpa mengatakan apapun dan hanya menangis saja, tanpa bertanya Kiai Baidlowi berkata: "Cung, anak iku sing apik manut wong tuo.” Setelah sowan beliau langsung pulang, sampai di Jombang malam hari jam 11, terpaksa menginap di kamar pondok dan tidak sowan KH. Fattah karena takut akan diakadi sebab sebelum berangkat ke Lasem, beliau sudah positif diambil menantu namun belum akadan karna permohonan keluarga Nganjuk agar menyelesaikan dulu menuntut ilmu di pondok pesantren.
Ternyata kepulangan beliau diketahui oleh Kiai Fattah dan Ibu Nyai Fattah yang ketika itu disertai ibu nyai Iskandar, kemudian Ibu Nyai Fattah berpesan, oleh karena akhir bulan Sya’ban itu akan diadakan Haflah Akhir Sanah (Imtihan), maka keluarga Gondang legi beserta ayah ibu beliau dan saudara-saudaranya diundang agar datang ke Tambakberas, akhirnya pada pelaksanaan Akhirus Sanah, seluruh keluarga Gondanglegi menghadiri dan pulang keesokan harinya, namun beliau oleh Kiai Fattah tidak boleh pulang dulu seraya berkata kepada keluarga Gondang legi “Djamal kersane kentun rumiyen.”
Kira-kira keluarga masih ditengah perjalanan, beliau dipanggil oleh Kiai Fattah dan berkata “Djamal engko bengi kowe ta’ akadi, Mumpung mbah Bisri isih sugeng, lan iki duit kanggo mas kawin.” sambil mengambil uang Rp 1.000,- tanpa amplop dan dimasukkan ke dalam sakunya. Setelah sampai di kamar beliau menangis karena merasa bingung, satu sisi ayah dan ibu menghendaki akad nikah setelah selesai belajar di pondok dan disisi lain gurunya menghendaki dipercepat, dua hal yang bertentangan ini kemudian dipikir secara mendalam dan beliau ingat akan pelajaran guru akhlaq ketika masih di rumah yang pada waktu itu mengaji kitab Al-Mathlab bab akhlaq yakni apabila terjadi perbedaan pendapat antara guru dan orang tua maka yang harus didahulukan adalah guru. Akhirnya setelah itu beliau-pun siap untuk diakadi malam itu, akan tetapi karena tidak punya baju yang layak maka beliau-pun pinjam jas dari teman pondok yang bernama Afifuddin dari Magelang.
Dikutip dari
Bumi Damai Al-Arifin - Januari 23, 2017
13 Juni 2022
KH Dimyati Rois merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.
"Sebagai Mustasyar PBNU dan satu dari 9 anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Mbah Dim sapaan hangat yang biasa kita kenal adalah seorang ulama kharismatik.
KH Dimyati Rois merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kiai Dimyati lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945.
Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, dia juga sempat menuntut ilmu di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal selama belasan tahun.
Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada 2021 lalu, Kiai Dimyati terpilih menjadi salah satu dari sembilan Anggota AHWA. Bahkan dia mendapatkan suara terbanyak saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, dia kemudian memilih dan menetapkan Rais Aam Syuriyah PBNU.
Kiai kharismatik KH Dimyati Rois dilaporkan wafat di Rumah Sakit Tlogorejo, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (10/6) sekitar pukul 01.13 WIB.
3 Juni 2022
Emmeril Khan Mumtaz putra dari gubernur Ridhwan Kamil.
Turut berduka yg sedalam dalamnya...
Emmeril Khan Mumtaz putra dari gubernur Ridhwan Kamil.
انّا لله وإنّا إليه راجعون
Mohon klarifikasi bacaan sholat ghaibnya jk keliru?
الفاتحة...+
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ،وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا
اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ
اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
29 Mei 2022
Payudara dan kanker
Untuk semua wanita ⭕ Kick Off "Kanker Payudara".
🔺rawat bayimu dengan ASI
🔺cuci BH Anda setiap hari.
🔺Hindari BH hitam di musim panas
🔺Jangan kenakan BH saat tidur.
🔺 Jangan sekali-kali memakai BH berkawat.
🔺 Selalu menutupi dada Anda sepenuhnya dengan syal saat Anda berada di bawah terik matahari.
🔺Gunakan deodrant bukan anti perspirant.
🔺Ini adalah pesan Layanan Umum dari Rumah Sakit Kanker.
⭕ Kirim ini ke Semua Wanita yang Anda Peduli Tanpa Ragu-ragu.
⭕ Kesadaran itu penting
⭕ aku peduli untukmu
⭕ Jangan ragu untuk menginformasikan kepada wanita lain. Teruskan ke setiap wanita di Daftar Anda!!! *ASAL USUL KANKER RAHIM*
*Sharing Untuk Para Wanita.* (bila pria yang terima, tolong diteruskan ke wanita di sekitar anda).
1. Jangan minum air es, air soda dan air kelapa pada saat haid.
2. Jangan keramas pada saat haid, karena pori kepala sedang terbuka pada saat haid. Bisa menyebabkan sakit kepala (kena angin kepala), sangat berbahaya. Efek ini bisa dirasakan saat muda dan saat tua.
3. Jangan makan mentimun saat haid, karena getah yang ada pada mentimun bisa menyebabkan haid tersisa di dinding rahim.
4. Saat haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh dan terpukul oleh benda keras terutama bagian perut, karena bisa menyebabkan muntah darah, dan rahim bisa terluka.
Riset membuktikan, minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan : *"KISTA & KANKER RAHIM".*
Dalam rangka memperingati 'Hari Kanker' sedunia, peduli-lah.
Sebarkan info ini ke banyak wanita.... Ibu, Istri, anak putri, maupun teman wanita.
Ini menunjukkan bahwa kita peduli sama mereka.
*Sayangi Wanitamu.*
1 x kiriman saja mungkin kamu sudah menyelamatkan 1 orang wanita.
*Semoga Bermanfaat Bagi Para Wanita...*
💐💐💐
*SUMBER:*
*LPKI (LEMBAGA PENYULUHAN KANKER INDONESIA)*
18 Mei 2022
Tonggak sejarah Bangsa Besar dan Pendidikan
*Menghancurkan pendidikan berarti menghancurkan sebuah Negara*
*Apa yang anda ketahui tentang Mauritius ?*
*Mauritius* adalah negara kecil di benua Afrika yang menyediakan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi, termasuk tranportasi dari rumah kesekolah2 digratiskan oleh Negara.
Di *Mauritius* pendidikan adalah pelayanan yang disediakan Negara untuk rakyat secara cuma2 dan tidak seperti barang yang diperjual belikan.
*Mauritius* juga memberikan layanan medis gratis bagi setiap penduduknya, termasuk operasi bedah jantung yang memerlukan biaya besar.
Tidak ada bisnis untuk urusan kesehatan rakyat.
Adapun masalah tempat tinggal, apakah anda tahu bahwa 90 persen dari penduduk Mauritius sudah memiliki rumah sendiri?
Tidak ditemukan keluarga tunawisma, atau keluarga yang mengeluhkan harga tanah dan properti yang tinggi.
Pendapatan perkapita penduduk *Mauritius* mencapai 19.600 dolar tanpa harus berbangga bahwa mereka adalah masyarakat yang memiliki pendapatan tertinggi di Afrika.
*Mauritius* adalah Negara terkaya di Afrika padahal negara ini tidak memiliki sumber minyak dan pertambangan. perekonomiannya bergantung pada sumber daya manusia, sektor industri pertanian, dan pariwisata merupakan sumber penghasilan yang luar biasa besar untuk negara ini.
Belanja militer masuk dalam daftar anggaran negara, sedangkan pengeluaran negara digunakan untuk kesehatan, pendidikan dan layanan umum.
*Presiden Mauritius Dr. Ameenah Gurib-Fakim* memiliki gelar doktor di bidang kimia organik, ucapannya yang paling terkenal adalah: “dunia politik yang memilihku bukan saya yang memilihnya”.
Dr. Ameenah Gurib-Fakim menulis lebih dari 20 buku dan 8 penelitian internasional di bidang ilmu biologi.
Umat Islam merupakan penduduk minoritas, hanya 17 persen dari total jumlah penduduk, meskipun demikian rakyat *Mauritius* memilih seorang wanita muslimah sebagai presiden mereka, hal itu karena rakyat *Mauritius* sudah terbiasa hidup damai dan tidak gampang tersulut fitnah keagamaan.
Salah satu profesor di perguruan tinggi menulis sebuah pesan untuk para mahasiswa tingkat kedokteran, megister dan sarjana, dan meletakkan pesan tersebut digerbang kampus di wilayah selatan Afrika.
*Yang isinya:*
Untuk menghancurkan sebuah Bangsa tidak perlu dengan bom atom atau dengan roket jarak jauh.
Tetapi dengan Merendahkan kualitas Pendidikan dan membiarkan Pelajar berbuat curang.
*Sehingga ..... :*
_Pasien meninggal di tangan dokter yang lulus dengan curang._
_Rumah-rumah roboh di tangan insinyur yang lulus dengan curang._
_Kerugian harta yang banyak di tangan akuntan yang lulus dengan curang._
_Agama mati di tangan tokoh agama yang lulus dengan curang._
_Keadilan hilang di tangan hakim yang lulus dengan curang._
_Dan menyebarnya kebodohan diantara pelajar di tangan guru yang lulus dengan curang._
Semoga kita bisa berjuang.Aamiin
.
https://www.femina.co.id/profile/eenah-gurib-fakim--dari-sains-ke-kursi-presiden
Langganan:
Postingan (Atom)