Bantuan yang anda berikan insya Allah dipakai yang bermanfaat dunia akhirat. No. Rekening BSM 048 006 3531 a.n Abdul Rahman jl. Dahlia Babakbawo Dukun Gresik Indonesia
24 Juni 2020
23 Juni 2020
21 Juni 2020
Sedekah dengan hati
20 Juni 2020
Rangkig Kelas 7a
| No | NIS | Data Siswa | Rangking |
| 1 | 4666 | AHMAD YOGA | 2 |
| 2 | 4667 | AHMAD BUDI PRASETYO | 14 |
| 3 | 4668 | AHMAD FAHRI FAJAR FIRDAUS | 3 |
| 4 | 4669 | AHMAD MULHIM NASHRULLAH | 15 |
| 5 | 4670 | FAZA AHMAD DANIL | 10 |
| 6 | 4671 | KHOIRUL HAMDAN | 21 |
| 7 | 4672 | MOH. ALMI ZABI MUHARROM | 24 |
| 8 | 4673 | M. FEBRYAN LATHIFUL MUZAKKI | 5 |
| 9 | 4674 | MUHAMMAD RAFIL ARIA CANDRA | 23 |
| 10 | 4675 | M. RENALDI ADITIYA PRATAMA | 8 |
| 11 | 4676 | MOH ABIL ISYOM RISMA | 19 |
| 12 | 4677 | MOH. DZULKIFLI ASHAR | 17 |
| 13 | 4678 | MUHAMMAD FAJAR ARDIANSYAH | 20 |
| 14 | 4679 | MOH. RIZKI AGUSTIAN | 22 |
| 15 | 4680 | MOHAMMAD RIZQHI RIDHALLAH | 18 |
| 16 | 4682 | MUHAMMAD ASHOF NAJMUDDIN | 9 |
| 17 | 4683 | MUHAMMAD FAZA ABDILLAH | 7 |
| 18 | 4684 | MUHAMMAD MAULUDIN AZIZ | 11 |
| 19 | 4685 | MUHAMMAD SALMAN ARROIDI | 12 |
| 20 | 4686 | MUHAMMAD ZAIN SAPUTRA | 13 |
| 21 | 4687 | MOHAMMAD ALFIN CHOIRUDDIN | 4 |
| 22 | 4688 | MUHAMMAD KAMALUDDIN ROSY | 1 |
| 23 | 4689 | NAUFAL HASYIM ASY'ARI | 16 |
| 24 | 4690 | NAUFAL FADHLULLAH | 25 |
| 25 | 4691 | REZZA INSAN FADHILA | 6 |
| 26 | 0 | 0 | |
| 27 | 0 | 0 | |
| semester genap 2019-2020 |
obat ambeien atau wasir
Berendam Air Hangat dan Kompres Es
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2376756/original/092636500_1538911967-ice-cubes-3506781_1920.jpg)
Berendam dengan Air Hangat
Cara mengobati amebeien secara alami berikutnya adalah dengan berendam air hangat. Air hangat mampu meningkatkan aliran darah untuk membantu mengecilkan vena yang bengkak. Kamu juga bisa mencampurkan garam ke dalam air hangat, untuk membantu menyempitkan wasir atau ambeien lebih banyak lagi.
Kompres dengan Es
Selain itu, kamu juga bisa menerapkan cara mengobati ambeien secara alami dengan kompres es. Es bisa mendinginkan dan mengecilkan ambeien serta memberikan efek lega. Kamu bisa menggunakan es untuk mengatasi ambeien dengan cara mengisi plastik dengan es. Kemudian bungkusan es tersebut kamu duduki di atasnya selama sekitar 20 menit untuk menghilangkan ambeien.
30 Mei 2020
29 Mei 2020
Transformasi Guru dan Pemimpin Sekolah
27 Mei 2020
puasa ramadhan
KH. Maimun Zubair
4 Maret 2020
makan santri
8 September 2019
Pengecatan kelas
Pengecatan kelas ada yang per kelas sesuai kreasi.
Ada yang dikoordinir sekolahan.
Kalau kelas itu murid nya pindah waktunya naik kelas sebaiknya dikoordinir sekolah.
1 Maret 2012
aYAM
Ternyata... ayam juga suka musik
Sejak menggunakan terapi musik, kami berhasil memanen ayam secara sempurna, dan dilakukan empat kali dalam setahun. Padahal, sebelum menggunakan terapi musik, sekitar 30 persen dari 1.000 ayam kami mati setiap kali panen.
Boleh percaya atau tidak, hal ini sudah dilakukan sejak tiga tahunan lalu oleh ratusan peternak ayam pedaging di wilayah yang terletak di berbatasan antara Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jatim, tersebut.
Bukan lantas si ayam berjoget bila diperdengarkan lagu-lagu yang "hot" atau dangdut, dan akan terlelap bila mendengar musik bernuansa mendayu atau "slow". Terapi musik ini agar si ayam pedaging tidak jadi kagetan, lantas klenger (mati, Red).
"Sejak menggunakan terapi musik, kami berhasil memanen ayam secara sempurna, dan dilakukan empat kali dalam setahun. Padahal, sebelum menggunakan terapi musik, sekitar 30 persen dari 1.000 ayam kami mati setiap kali panen," kata Ahmad Fauzi (29), salah satu peternak di wilayah itu.
Terapi musik untuk ayam ini sudah populer di kalangan peternak kawasan Kelurahan Tlogowaru, sehingga hal itu bukanlah dianggap aneh bagi masyarakat setempat, meski secara medis belum ada penelitian yang menyebutkan dampak kesehatan ayam ketika mendengarkan musik.
Fauzi menuturkan, kepercayaan terapi musik untuk ayam itu didapat dari peternak lainnya, hal ini dilatarbelakangi dari sifat ayam yang mempunyai jantung lemah, sehingga apabila ayam bersangkutan sering didengarkan musik, ayam itu tidak akan mudah jatuh sakit atau mati.
Fauzi mengaku, pernah suatu hari tepatnya di bulan puasa tidak menggunakan terapi musik bagi ayam, namun selang satu bulan, beberapa ayam miliknya mati akibat dentuman suara keras petasan milik warga, dan suara motor yang lalu-lalang di kawasan Sumbersuko.
"Terapi musik untuk ayam ini, adalah salah satu cara agar ayam bisa beradaptasi dengan suara-suara keras di sekitar kandang, sehingga tidak mudah kaget atau bahkan mati ketika mendengar dentuman suara keras," papar Fauzi yang mengaku menjadi peternak sejak setahun lalu.
Sementara dalam menggunakan terapi musik, Fauzi harus merelakan radio/tape miliknya diletakan di kandang ayam selama 24 jam, sehingga suara lagu yang keluar dari radio/tape itu terus menggema di kandang ayam miliknya yang berukuran sekitar 5x12 meter.
"Lokasi kandang ayam lumayan jauh dari kawasan rumah warga, namun dekat dengan jalan raya, sehingga musik yang keluar dari radio/tape tidak sampai menganggu penduduk, sebab saya menyalakan musik itu selama 24 jam," tuturnya.
Flu burung
Ketika ditanya mengenai kaitan terapi musik untuk ayam dalam pencegahan terjadinya virus flu burung, Fauzi membantah, sebab virus itu terjadi karena kurangnya kebersihan kandang ayam, sehingga mudah terkena penyakit.
Dalam mengantisipasinya, Fauzi mengaku selalu membersihkan kandang ayam secara total ketika panen, dan melakukan pemeriksaan selang atau pipa air minum ayam setiap hari, sehingga dengan adanya kebersihan kandang ayam, munculnya penyakit atau virus flu burung dapat dicegah.
"Terapi musik untuk ayam adalah salah satu upaya menguatkan daya tahan tubuh si ayam agar tidak mudah terkena penyakit. Namun untuk kasus flu burung, yang paling penting adalah terletak pada kebersihan kandang dan pemberian vaksin kepada ayam," tukasnya.
Meski demikian, Fauzi yang memiliki ayam piaraan sebanyak 1.500 ekor itu tetap mengkhawatirkan serangan virus mematikan dan membahayakan manusia tersebut.
Untuk itu, pihaknya berharap agar Dinas Kesehatan dan Peternakan Kota Malang memberikan jaminan ketenangan dan pencegahan apabila virus itu menyerang ayam di wilayahnya.
Sebelumnya, serangan virus flu burung menyerang beberapa unggas milik peternak di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan beberapa waktu lalu.
Staf Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Kota Pasuruan, drh Huda Dwi Novanto menjelaskan, sejumlah unggas milik warga yang mati mendadak itu diketahui positif terserang flu burung.
Ia menjelaskan, sebanyak 18 ekor ayam piaraan warga RT2/RW3 mendadak mati. Ayam-ayam yang mati itu oleh pemiliknya kemudian dikubur. Namun, dua di antaranya dibawa Dinas Peternakan Kota Pasuruan untuk diteliti ke Laboratorium Peternakan di Malang.
Sedangkan dalam pencegahannya, Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatannya (Dinkes) memberlakukan zonasiasi pasar Tradisional di wilayah setempat.
"Tujuannya adalah pencegahan penyebaran virus flu burung dari Pasuruan ke pasar tradisional di Malang, meski sampai saat ini belum ada temuan kasus itu di Malang," kata Kepala Dinkes Kota Malang, Enny Sekarengganingati.
Selain itu, Dinkes juga akan melakukan lokalisir para peternak dan pedagang unggas di sejumlah pasar tradisional, sehingga tidak bercampur dengan para pedagang yang lain, hal ini agar kalau terjadi sesuatu, bisa langsung diisolir dan mudah ditangani.
Enny meminta, agar para pedagang di pasar tradisional mengubah perilaku kotor menjadi bersih, oleh karena itu, pihaknya akan menyediakan wastafel dan poliklinik untuk membersihkan diri.
(E012)
Mengenang KH.ABDULLAH FAQIH
Obituari - Perginya "juru damai" KH Abdullah Faqih
"Abah (ayah) meninggal dunia karena memang sudah `sepuh` (sangat tua), namun ayah memang sempat masuk Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya pada 2 Oktober 2011 hingga sekitar seminggu," ucap KH Ubaidillah Faqih, putra almarhum KH Abdullah Faqih.
Salah seorang dari 10 putra almarhum itu menceritakan, ayahandanya menjalani perawatan di Graha Amerta setelah mengalami stroke ringan akibat jatuh, namun setelah membaik akhirnya menjalani perawatan di rumah hingga meninggal dunia pada 29 Februari 2012.
Para wartawan yang ikut menjadi saksi saat-saat melambungnya nama "guru spiritual" almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada awal era reformasi (1998) itu akan tahu betapa almarhum tidak menyukai publikasi.
"Kami menerima pesan dari kiai, kiai tidak bersedia menerima wartawan," ujar santri almarhum bila ada wartawan yang datang untuk mewawancarainya.
Ya, nama Kiai Abdullah Faqih mencuat menjelang Sidang Umum MPR 1998, terutama berkaitan dengan pencalonan Gus Dur sebagai presiden, sehingga para wartawan pun memburunya.
Saat itu, suara kalangan "nahdliyin" (warga NU) terbelah, ada yang mendukung pencalonan Gus Dur dan ada yang sebaliknya.
Dalam situasi seperti itu, sejumlah kiai sepuh NU mengadakan pertemuan di Langitan, sehingga muncul istilah "Poros Langitan" yang fatwanya sangat berpengaruh pada pencalonan Gus Dur.
Pesan Kiai Abdullah Faqih untuk Gus Dur itu dibawa KHA Hasyim Muzadi (mantan Ketua Umum PBNU). Pesannya, "Kalau memang Gus Dur maju, ulama akan mendoakan". Restu Kiai Faqih itu membuat Gus Dur meneteskan air mata dan memeluk KHA Hasyim Muzadi.
"Sampaikan salam hormat saya kepada Kiai (Faqih). Katakan, Abdurrahman sampai kapan pun tetap seorang santri yang patuh kepada ucapan kiai," tutur Gus Dur kepada Hasyim Muzadi.
Namun, para wartawan tidak pernah menerima cerita itu langsung dari Kiai Faqih, karena kiai yang mengasuh lebih dari 3.000 santri itu memang tidak suka publikasi. Di mata para santri, "sang guru" memang sederhana, istiqomah, dan alim.
Kesederhanaan itu terlihat dari tempat tinggalnya yang terbuat dari kayu berwarna janur kuning dengan ukuran sekitar 7 x 3 meter dan di dalamnya ada seperangkat meja kursi kuno dan dua lemari berisi kitab-kitab, meski anak-anak almarhum tinggal di rumah berlantai dua.
Kiai Faqih lahir di Dusun Mandungan, Desa Widang, Tuban. Saat kecil, ia lebih banyak belajar kepada ayahandanya sendiri, KH Rofi`i Zahid.
Ketika beranjak remaja, Kiai Faqih "nyantri" pada Mbah Abdur Rochim di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Faqih juga pernah tinggal di Mekkah, Arab Saudi, untuk belajar kepada Sayid Alwi bin Abbas Al-Maliki, ayahnya Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.
Setelah itu, Kiai Faqih kembali ke Pesantren Langitan yang didirikan pada l852 oleh KH Muhammad Nur, asal Desa Tuyuban, Rembang. Pesantren Langitan yang terletak di tepi Bengawan Solo yang melintasi Desa Widang (dekat Babat Lamongan) itu dikenal sebagai pesantren ilmu alat.
Para generasi pertama NU pernah belajar di Langitan, di antaranya KH Muhammad Cholil (Bangkalan), KH Hasyim Asy`ari, KH Wahab Hasbullah, KH Syamsul Arifin (ayahnya KH As`ad Syamsul Arifin), dan KH Shiddiq (ayahnya KH Ahmad Shiddiq).
Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak l971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut. Kiai Faqih didampingi KH Ahmad Marzuki Zahid, yang juga pamannya.
Meski tetap mempertahankan nilai-nilai salaf, Pesantren Langitan di era Kiai Faqih lebih terbuka. Ia mendirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab, kursus komputer, mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Ada juga badan usaha milik pondok berupa toko induk, kantin, dan wartel.
Kiai bersahaja itu juga mengarahkan pesantrennya agar lebih dekat dengan masyarakat, di antaranya ia mengirim dai ke daerah-daerah sulit di Jawa Timur dan luar Jawa.
Selain itu, Kiai Faqih juga menginstruksikan para santrinya Shalat Jumat di kampung-kampung, lalu membuka pengajian umum di pesantren di dekatnya.
Sosok teladan
Di balik kesederhanaan dan sikap anti-publikasi, Kiai Abdullah Faqih juga merupakan sosok teladan yang mementingkan masyarakat luas.
Untuk kepentingan masyarakat itulah, Kiai Faqih pernah meminta Gus Dur mencium tangan pamanda KH Yusuf Hasyim yang saat itu berseberangan dengannya. Gus Dur pun patuh kepada "sang guru".
Tidak jauh dari itu, Kiai Faqih jugalah yang mengajak Gus Dur dan KHA Hasyim Muzadi untuk bersalaman ketika keduanya "bermasalah".
Sikap Kiai Faqih yang sederhana, anti-publikasi, dan juga suka damai itu diakui Ketua Umum DPP PKNU H Choirul Anam yang akrab disapa Cak Anam.
"Saya sendiri sempat menjenguk beliau pada hari Ahad (26/2) lalu," kata salah seorang tokoh Ansor NU Jatim yang dikenal sebagai "orang dekat" Kiai Abdullah Faqih itu.
Pada pertemuan terakhir itu (26/2), katanya, dirinya sempat bertemu selama lima menit, namun dirinya sempat tertegun karena Kiai Abdullah Faqih sempat menangis.
"Almarhum mengatakan kamu ke sini (meminta untuk mendekat). Beliau meminta saya untuk berjuang terus. Saya izinkan kamu, saya ridhoi, kamu berjuang terus, jangan khilaf, ajak bersatu semua kawan," katanya, mengutip pesan almarhum.
Ditanya tentang sosok Kiai Abdullah Faqih, Cak Anam yang juga mantan wartawan itu menilai Kiai Abdullah Faqih merupakan sosok yang jarang berbicara tentang kedudukan (jabatan) dan "dunia" (uang).
"Beliau selalu mementingkan kejujuran dan moralitas. Kalau mendapat sumbangan dari orang, beliau selalu memilah, menyisihkan, dan akhirnya dikembalikan kepada kepentingan masyarakat," katanya.
Bahkan, kata penulis buku "babon" tentang NU itu, Kiai Abdullah Faqih sering menyumbang kegiatan PKNU dengan uang pribadi.
"Ketika PKNU akan bermuktamar, beliau bertanya apa sudah siap? Beliau pun menyerahkan sumbangan," katanya.
Oleh karena itu, kepergian Kiai Abdullah bukan hanya PKNU yang kehilangan. "Bukan hanya PKNU atau NU yang kehilangan beliau, tapi bangsa ini kehilangan sosok teladan yang lebih memikirkan orang lain daripada dirinya," katanya.
Rasa kehilangan juga dilontarkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Ia menyatakan wafatnya KH Abdullah Faqih merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.
"Wafatnya beliau merupakan kehilangan besar bagi kita, bukan hanya NU, tapi juga bangsa Indonesia," katanya.
Hal senada juga diungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, Indonesia kehilangan salah satu tokoh penyangga kekuatan spiritual dengan wafatnya KH Abdullah Faqih.
"Kiai Faqih merupakan salah satu penyangga kekuatan spiritual bangsa Indonesia. Saat negara mengalami berbagai krisis, beliau menggerakkan istighatsah dan berbagai wirid atau amalan keagamaan untuk memohon pertolongan Allah," katanya.
Di lingkungan NU, kata Khofifah, Kiai Abdullah Faqih merupakan sosok kiai sepuh yang menjadi panutan, sedangkan di pentas nasional Kiai Faqih mulai dikenal dan didengar serta diperhatikan berbagai pemikiran kebangsaannya saat awal reformasi.
"Gus Dur sendiri sering menjadikan fatwa Kiai Faqih sebagai referensi gerakan reformasi, misalnya saat mendirikan PKB dan saat mengambil keputusan pencalonan sebagai presiden," katanya.